Cerita ini mengisahkan tentang sejarah di Sumedang pada sekitar tahun 1585. peristiwa ini mengisahkan Raden Angkawidjaya atau yang kemudian dikenal sebagai Prabu Geusan Ulun, Raja Sumedanglarang yang melakukan hubungan cinta denga Putri Harisbaya, permesan panembahan Ratu, Raja Cirebon, sehingga antara Kerajaan Sumedanglarang dan Kerajaan Cirebon hampir-hampir melakukan perang besar karena urusan perempuan.
Pada waktu peristiwa terjadi Cirebon diperintah oleh Pangeran Emas atau bernama Panembahan Ratu 1568-1649 masehi. setelah diangkat Kepala Negara Cirebon. Urusan antara Sumedanglarang dan Cirebon mengenai Putri Harisbaya ini adalah urusan antara Prabu Geusan Ulun dan Panembahan. Ratu Panembahan adalah cucu mendiang Susuhunan Jati atau Sunan Gunung Jati Syarief Hidayatullah
Sejarah mencatat bahwa Prabu Ragamulya Suryakancana yaitu raja Pajajaran terakhir telah mewariskan Mahkota Raja Sanghyang Pake kepada Prabu Geusan Ulun pada Tahun 1579
Akhir cerita Ratu Harisbaya akhirnya dibawa kabur menuju Sumedanglarang. Pada waktu peristiwa terjadi Keraton Kanoman belum dilindungi benteng, sehingga dengan mudah Prabu Geusan Ulun dan Kijaya Perkosa membawa kabur selir Panembahan Ratu. Mereka sudah menduga bahwa hilangnya Ratu Harisbaya adalah erat kaitannya dengan kedatangan Prabu Geusan Ulun.
FIKSI SEJARAH
FIKSI SEJARAH
· Posted by Admin
on May 27 2009 03:47:08 ·
0 Comments ·
110 Reads ·